
Seperti riak di pusaran kelam
Sepi karang terkikis gelombang
Seperti raguku yang bersemayam
Suram rembulan tak berkerlip bintang
Genggamlah tanganku
Di kalut yang merangas
Di tepian lara membalut cemas
Ikatlah kakiku
Agar tak menginjak luka kering
Agar tak membasuh dimata yang bening
Sujudkan nafsuku
Biar tak mengoyak jarak bumi
Biar tak menampik rentang langit
Pasungkan tubuhku
Supaya lelap membelenggu
Supaya membusuk tanpa harum mu
Andai ku tak masuk ke dalam mu
Agar ku tak mewarnai putihmu
KH- C@I -140209
Showing posts with label sendiri. Show all posts
Showing posts with label sendiri. Show all posts
Dalam Pusaran
Labels: dalam pusaran, sendiri
SIMPANG HATI
Sekian kali masih ku mencoba
Menantimu di simpang ini
Harapan yang berhimpit nyeri
Mengusik rasa yang tak berperi
Langit pekat nuansa hitam
Mendung seakan tebar nestapa
Tiup bayu tajam menusuk
Di rinai rintik di hela hujan
Entah bayangmu dimana
Entah kau lupa simpang kita
(Padahal disini sudah berkali kuseka
Hujan yang basahi matamu dulu)
Senyap memaku ku bertahan
Tegar di badai kesekian
Biar kau ada disimpang mana
Biar kau akan kemana
Lapat-lapat ku dengar langkah
Sayup-sayup lirih suaramu
Isak ragu
Rintih enggan
Dalam hujan kau diam
(begitupun kuulur tangan berharap
dapat menyeka lagi basah dimatamu)
tapi kini kau tak perduli
Sementara
Pagut waktu dan aku terguling
Badai disimpang sama buat kita hilang
KH @ 090209 – C@I
Labels: hujan, sendiri, simpang hati
Dahan patah
kehampaan kah ini,
ketika dan harus
dahan itu patah
akankah menunggu
tersambung lagi
atau cukup kuat
mengakar dibumi
perdulikah
lembab tanah
ketika ia
berderik terinjak
rebah dikaki
telungkup
dihamparan sunyi
Ponty, C@I - 110409
Labels: dahan patah, hampa, sendiri
Subscribe to:
Posts (Atom)




